Rabu, 22 Agustus 2012

Mengenal Hati "BAPA" :')




Ayat bacaan: Lukas 15:20

"..Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia."

"Saya tidak pantas ke gereja, bahkan tidak pantas berdoa. Dosa-dosa saya sudah terlalu berat..semua sudah terlambat.." kata seseorang pada suatu kali. Ia merasa sudah terlalu compang camping dan tidak layak untuk bisa menerima anugerah keselamatan dan kasih Allah sama sekali. Saya mengingatkannya agar tidak berpikir seperti itu. Ia harus berhati-hati karena dalam pola pemikiran seperti itu iblis akan berpesta pora membuatnya terus tertuduh semakin parah. Itu adalah salah satu kesukaan iblis dalam menjatuhkan kita sekaligus menjauhkan kita dari Tuhan. Orang ini hanyalah satu dari sekian banyak yang sudah pernah saya temukan, yang berpikir sama seperti itu. Ada banyak orang yang menganggap Tuhan sebagai Sosok yang kejam,

Maksimalkan Hidupmu !!


Bacaan: 2 Korintus 12: 1-10

Sebab jika aku lemah, maka aku kuat”. - 2 Korintus 12:10


Apa yang Anda pikirkan ketika melihat burung dalam sangkar? Apakah Anda melihat burung yang indah dan bersuara merdu? Mungkin itu benar. Tapi, pernahkah terpikir oleh kita, apakah burung itu sebenarnya senang berada dalam sangkar? 

Jesus is The Answer




Bacaan: Filipi 3:1-16

karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. - Filipi 3:8


Siapa yang tak ingin kaya? Siapa yang tak ingin menjadi orang besar dan terkenal? Siapa yang tak ingin menjadi orang dengan jabatan penting? Hanya saja kita perlu hati-hati terhadap kebohongan lama yang terus disebarkan oleh iblis, bahwa kekayaan, kedudukan dan popularitas akan menjamin kehidupan yang berbahagia. Sesungguhnya menjadi kaya atau menjadi besar atau menjadi semakin populer bukan jaminan bahwa kita pasti akan lebih berbahagia.

WAJIB BACA!! "KEYAKINAN SESAT BAHWA IBLIS ITU PINTAR DAN BERKUASA"









Kebanyakan dari kita meyakini bahwa Setan itu kuat, pintar dan berkuasa.
Film-film horror, peristiwa-peristiwa di sekeliling, desas desus di sekeliling kita makin  menegaskan hal-hal ini dan kebanyakan dari kita mempercayainya. Kita lebih takut setan daripada yang lain.

Hari-hari ini kita memiliki jauh lebih banyak kesadaran tentang Setan/Iblis dibandingkan kesadaran tentang TUHAN

Dengarkan kebenaran sejati ini : Iblis adalah mahluk ter-idiot dan paling miskin merana !!

Keunikan Pemalas


Bacaan: Amsal 26:13-16

Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.- Amsal 26:14

Menjadi seorang pemalas tidaklah sulit. Hebatnya lagi, setiap pemalas pasti memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Berikut saya akan paparkan keunikan-keunikan seorang pemalas. Berharap agar pemalas yang kebetulan membaca tulisan ini tidak tersinggung, melainkan mulai mengubah kebiasaan hidupnya. 

Kemerdekaan Kristen




Beberapa hari yang lalu bangsa Indonesia memperingati kemerdekaannya yang ke-67 dari penjajahan bangsa asing. Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia ini, hari ini saya akan berkhotbah tentang kemerdekaan Kristen. Sebuah kemerdekaan yang lebih daripada sekedar kebebasan yang bersifat jasmani dan sementara. Fakta membuktikan bahwa ada banyak negara tidak lagi dijajah oleh bangsa lain tetapi tetap belum bisa dikatakan sebagai negara yang merdeka dalam pengertian yang sesungguhnya. Demikian juga bangsa Indonesia. Kita sudah 67 tahun merdeka dari penjajahan tapi kita tetap masih hidup dalam penjajahan yang tidak kelihatan. Kebodohan, kemiskinan, kejahatan, dll. Alkitab juga membicarakan tentang kemerdekaan tetapi bukan kemerdekaan dari penjajahan/perbudakan secara jasmani. Alkitab membicarakan kemerdekaan secara rohani.
Yoh 8:36 – ”Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

Keep It Up !!




Ayat bacaan: 1 Tesalonika 4:1
 

 "Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi."



Kita membutuhkan usaha yang lebih keras untuk menghadapi dunia yang semakin sulit ini jika mau bertahan hidup. Tidak ada tempat buat bermalas-malasan. Dalam pendidikan atau pekerjaan kita dituntut untuk lebih serius lagi, begitu pula dalam hal kerohanian. Kita hidup di dunia yang membuka banyak peluang penyesatan dan penyimpangan lewat segala hal. Dahulu saja sebelum dunia memberikan begitu banyak alternatif yang bisa merusak, Paulus sudah memberi nasihat kepada jemaat Tesalonika.